Jumat, 24 Desember 2010

Catatan Perjalanan Ke Gunung Arjuno,...


Ketika kita berpikir untuk sejenak meninggalkan kehidupan kota, maka pilihan untuk mendaki gunung sebagai refreshing sangatlah tepat. jujur saja waktu itu aku sedang menjalani kepaniteraan di bagian Obstetri dan Ginekologi, tapi ditengah stressor yang sangat tinggi, ada ajakan untuk mendaki gunung selama 3 hari, tanpa pikir panjang tentu saja aku amini ajakan itu.

Waktu itu 8 Oktober 2010, kami memutuskan untuk sepakat melakukan pendakian ke Gunung Arjuno (3339 m dpl). Singkatnya rombongan kami sebenernya terdiri dari dua team, kami dari Surabaya 5 orang termasuk aku, dan dari Malang 6 orang. Kami bertemu di daerah masjid Cheng -Ho Pasuruan, dan kami merencanakan untuk melakukan pendakian lewat jalur tretes. Sebelumnya kami memang tidak saling kenal,..nah inilah cerita khas dari para pendaki,...kita akan banyak bertemu temen2 yang sebelumnya gak kenal,....

Aku berangkat dari Surabaya sekitar jam 5 sore naik motor sama temen (Yoyok), kita ketemu sama 2 temen kita yang lain di taman bungkul (Lukman dan Klepek) yang sama-sama naik motor juga,...akhirnya berangkat ke Cheng-Ho naik 2 motor,...nah yang satu lagi temen kita (Iwan) sudah berangkat duluan dan katanya nunggu di masjid Cheng-Ho,...kita nyampe Masjid Cheng -Ho sekitar jam 8 malam kalo gak salah,...di sana kita sholat2 dulu sambil nunggu rombongan dari Malang,....sambil nunggu kita makan penyetan dulu,....jam 9 malam Rombongan berjumlah 6 orang datang dengan bus,...kami mempersilahkan mereka makan dulu, sebelumnya kami tentu saja berkenalan dulu karena memang tidak saling kenal,...

Kemudian dari Cheng-Ho kami berangkat menuju pos pendakian pertama Tretes. Kira-kira setengah jam perjalanan dari Masjid Cheng-Ho, dengan jalanan agak menanjak. Kami dari Surabaya yang memang dari awal naik motor tentu saja tetep menggunakan motor butut kita menuju ke sana, sedangkan rombongan dari Malang menuju Tretes dengan menggunakan Angkot. Singkat cerita kami tiba di tretes jam 10 malam. Di sana kita Istirahat dulu, kencing, boker  dsb,..hehehe,..terus cek peralatan, packing ulang,..pembagian logistik dan barang2 yang perlu dibawa dalam perjalanan,...pokoknya persiapan team terakhir sebelum berangkat malam itu juga,...waktu menunjukkan jam 11 malam dan kita berkumpul sejenak untuk berdo'a, memohon keselamatan sampai di sana,...di puncak tertinggi gunung Arjuno,...Jangan lupa sebelum mendaki kita harus pemanasan dulu,...

Bismillah akhirnya kita berangkat,....

Dalam malam kami merasakan dingin yang sangat,..
semak belukar kami lalui dengan rasa suka cita dan kebersamaan sesama teman,...
Saling melindungi,..
Saling mengingatkan,..
tidak ada kesombongan,..tidak keangkuhan kawan,...

 Ini seluruh team,...di pos pertama Pendakian Gunung Arjuno Tretes


Narsis dulu sebelum berangkat,..hehehe,...dengan Carrier pinjeman dari temen,..packing lengkap,...siap berangkat,...


Setelah melewati perjalanan panjang selama hampir 4 jam kami tiba di pos kedua , "Kopkopan"...kami langsung tidur dan gak peduli dengan cuaca dingin waktu itu,..asal tau aja,..memang dingin banget, sleeping bagku aja gak ngefek,...
Nah,..gambar di foto ini pas waktu sudah pagi,....ada fawait di sana,..dari Malang,...


hehehe,...Gue di Pos Kopkopan,....

Lukman,....di pos pendakian Kopkopan,...

Pos kedua "Pondokan",...di sini ada dua jalur menuju puncak Arjuno atau Puncak Welirang

Bersama kita bisa,....!!!

Edelweiss,.....

Ini adalah saat-saat terburuk kami di Arjuno,...hujan sepanjang sore hingga larut malam yang membuat kita harus meninggalkan tenda,...Sungguh malam itu sangat dingin teman,...kami semua sudah kehabisan baju kering,...kami berusaha menghabiskan spiritus yang tersisa untuk membuat perapian,..kami tidur saling merapat untuk mendapatkan hangat,...huuh,..cuaca memang bener2 tidak mendukung saat itu,....

ini adalah rumah-rumahan yang tidak tahu siapa pemiliknya tetapi sudah menyelamatkan kami dari kedinginan,....

Ada satu hal yang pasti akan menjadi pertanyaan,..?? apakah di sana saya Sholat,..?? Alhamdulillah meskipun kondisi medan yang seperti itu dan di hutan-hutan,...kami masih istiqomah untuk tetep Sholat,...kita telah dengan sengaja memasuki daerah yang asing teman,..tidak ada yang tahu bagaimana nasib kita selanjutnya,...maka berdo'a kepada Allah dan menjalankan ibadah Sholat adalah salah satu penguat kami dalam mencapai tujuan kita di sini,...Allahlah Yang Maha Pelindung,..dan Allah pulalah yang Maha Memberikan bencana,....

Ini dalam perjalanan menuju puncak,...ngisi air ,...ada air terjun dibelakang kita,...

Menelusuri jalan setapak,...kita sedang melewati hutan Arbei,...lumayan untuk mengisi perut selama perjalanan,...
 
Buah Arbei,....
Pasar Setan,...

Kami bertiga,...Andriy, Bos Joko, Lukman di Pasar setan,...



Pasar Setan,...dari sini kita telah melihat Puncak,...cuaca sangat berbeda pada hari itu dibanding hari sebelumnya,...cerah banget,...

hampir mendekati puncak,..di jalan berbatu,...Klepek di sana,...

Setelah berjalan selama 4 jam,..akhirnya menjelang siang kami berhasil sampai di sini,..lupa aku namanya,..tapi ini sudah deket banget sama puncak,...cita-citaku adalah mengibarkan bendera UNAIR Almamaterku di puncak tertinggi gunung-gunung,...

Bersama yoyok,...

dari kiri : Andriy, Lukman,  Egi, Klepek,....


Beberapa saat sebelum ke puncak,....

Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya kita sampe di puncak bayangan ,....kira-kira 10 menit sebelum sampai di puncak sesungguhnya,...

Ketika Angin berhembus menyapaku,...
Ketika matahari sungguh sangat dekat,...
Ketika keringat ini pun terbayar dengan sejuknya udara dingin
akhirnya kami bisa menjejakkan kaki-kaki kusut kami di puncak tertinggi Arjuno,..
dan mengibarkan Merah Putih di sana,....


Hal yang paling membuatku terharu adalah,...kami semua bergandengan tangan berjalan menunjuk puncak,..dan setelah itu menyanyikan lagu "Syukur"...bener-bener berbeda rasanya,...haru banget,...
aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan gunung kawan,..

Tepat jam 12.00, 10-10-2010 kami berhasil mencapai puncak tertinggi Arjuno,...seluruh team lengkap,...


Berada di ketinggian dan melihat ke bawah,...terasa ngeri,...
Ini adalah Plang perbatasan Pasuruan Malang,...




Bersama kita bisa,....kawan,..!!

Semua itu berawal dari mimpi
itu benar kawan,...
ketika sore sampai larut malam itu hujan,...
pagi-pagi aku melihat puncak itu masih diselimuti awan tebal,...
suasana dingin, dingin sekali sampai aku nyaris tidak melanjutkan pendakianku 
karena aku harus segera kembali ke rumah sakit untuk belajar lagi,...
tapi pagi hari esoknya aku lihat ke atas teman,...
aku lihat puncak masih tertutup kabut pagi hari yang turun pelan-pelan,..
sangat lembut,....
dan aku mantapkan bahwa siang ini aku harus sampai ke puncak,..
fisikku tidak sekuat yang lain teman,..aku memang lebih kurus,...
tapi aku yakin aku bisa,...
dan setelah itu aku hanya berjalan dan berjalan, dan lebih banyak melihat ke atas,...
sampai akhirnya aku bisa melihat awan lebih dekat,...
melihat sudah tidak ada lagi daratan yang lebih tinggi,...
cuaca cerah dan aku melihat pemandangan yang luar biasa indahnya kawan,...
aku telah sampai di puncak tertinggi gunung ini,...
kami menyanyikan lagu "syukur" bersama-sama di puncak,...
dan kami sejenak merasakan angin-angin berhembus,.....
damai teman,....
damai di puncak ini kawan,....
melihat betapa kecilnya manusia di Bumi ini,....
melihat betapa Kuasa Allah benar2 luar biasa atas makhluk-Nya di Bumi ini,....
itulah mengapa kami sangat mencintai gunung-gunung,....
berlatih menahan diri dan ego masing-masing,..
berlatih bekerja sama dalam team,....
berlatih mengenal teman yang sebelumnya tidak kalian kenal,....
berlatih bermimpi bahwa kita bisa melalui jalan setapak ini 
dan mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi saat itu,....
lalu berlatih untuk senantiasa takut akan Kebesaran  Allah Yang Maha Besar teman,....
aku telah terlanjur mencintai kehidupanku sebagai dokter teman,...
tapi aku juga mencintai kehidupan bebas di penjuru-penjuru alam ini....




---bie---

Sabtu, 11 Desember 2010


Buku ini sungguh membuatku rindu dengan gunung-gunung,.......

Menceritakan kehidupan lima orang sahabat yang "ancur",...dengan karakter masing-masing yang unik. Membawa kita akan indahnya mimpi-mimpi, dan larut dalam kehidupan "gokil" mereka. Didalamnya ada cinta yang lucu, ada persahabatan yang asik, ada pula "Sastra",...dibumbui dengan lirik-lirik dari lagu-lagu yang sebenernya aku gak ngerti-ngerti banget,...tetapi malah membuat buku ini menjadi asik,...Intinya yang paling membuatku tertarik adalah perjalanan kelompok ini ke Puncak Abadi para dewa "Puncak Mahameru", puncak tertinggi di Pulau Jawa di Gunung Semeru,....

Aku sendiri belum pernah ke sana,..dan sangat ingin ke sana,...mudah-mudah bisa,...Amiiin

Selasa, 12 Oktober 2010

Cerita di balik puncak Ogal-Agil,...














,..................................................
sekali lagi aku menunduk dan tersandung kerikil-kerikil tumpul
melukai kakiku yang tipis karena kurus
membuatku rindu akan percikan air-air pegunungan
ketika aku telah berada di rimba belantara hutan-hutan cemara
aku terdiam dan menghembuskan angin kepedihan
menemui padang ilalang adalah hampa
mencumbu bintang-bintang pada malam adalah cinta,..
dan menghirup udara kebebasan di puncak gunung-gunung
adalah rinduku selama ini...
semua telah tiba pada saat yang sama
pada saat yang tidak bisa kita lukiskan dalam cerita,..
hanya dalam angan-angan tentang rasa cinta
sekali lagi cinta bukanlah pada gadis-gadis pujaan hati,..
tapi juga pada awan-awan mendung,...
daun-daun berisik pada sore senja,..
dan matahari pagi di kala surya
mulai mengintip saat fajar menyapa,.....
..........................................................

Dan di atas sana, 
di tengah-tengah angin yang menderu-deru, 
di antara jurang yang berujung kelam, 
omong kosong kalau kau tidak bicara tentang Tuhan.
Kau akan menyadari seberapa kecil dan lemahnya dirimu 
di tengah hamparan alam semesta.
......................................................... 




NB : 10-10-2010

Kamis, 30 September 2010

Cerita tentang rasa malu,...


,.............
aku punya rasa malu
sementara dengan rasa malu itu aku berdiri teguh sampai saat lalu
ketika kesalahan sedikit demi sedikit tercetak dalam guratan pasir kegenduhan dalam ragaku?
kebimbangan mulai mengagumiku,..
tersesat saat pikiranku mulai terbang ke segala arah
tak tentu
penyesalan adalah bumbu-bumbu kepedihan,..
Tuhanku telah berbuat adil padaku,..
dan aku tidak berbuat adil sama sekali pada diriku,..???
apa yang bisa membuatku bangun??
mulai bangkit untuk mendaki puncak asa yang hilang
batu-batu terjal terlanjur menjadi retakan kerikil berduri
tajam jika terlewati kaki-kaki rapuh
kaki-kaki dosa??
Tuhan adalah Maha Pengampun itu jelas
aku adalah orang yang selalu minta ampun itu juga,..
tapi aku juga orang yang selalu mengulangi dosa-dosa..
"aku menangis"
....................