Selasa, 03 April 2012

,..Dokter Internship,...

Aku sejenak berdiri mengelilingi sebuah batu-batu kecil,...
lalu berbalik memandang awan yang biru
menghadap ke atas
kepada burung-burung pembawa mimpi,..
Kemudian aku berterima kasih pada bintang yang memelukku erat,..
membawaku jauh ke dalam lubuk angan yang dalam,.
ke masa lalu dan mengingatkanku akan air mata,..
membolak-balikkan nada pikiranku tak beraturan
membuatku tersenyum pada cita-cita,..
Aku menyadari aku-lah masa lalu itu,..
dan aku pulalah masa depan ini,..
.................................................

                  Team lengkap Dokter Internship Kab. Ngawi


Akhirnya setelah berjuang selama 5 tahun untuk menyelesaikan pendidikan sebagai dokter umum, kami berhak mendapatkan gelar dokter di belakang nama kami. Aku sendiri akhirnya berhak menggunakan name tag yang bertuliskan "Andri Subiantoro, dr." . Suatu kebanggaan tersendiri, dan tentu saja ada rasa puas setelah perjuangan yang melelahkan.

Aku merasa beruntung karena diluluskan oleh salah satu pusat pendidikan kedokteran terbaik di Indonesia yaitu Universitas Airlangga. Kami dididik sebagai dokter yang tangguh dengan idealisme khas Airlangga, Skill yang mumpuni dan pengalaman mengerjakan kasus-kasus sulit. Di Surabaya pula aku mendapatkan ilmu yang luar biasa dari para senior, dan di sini pulalah aku diberi kesempatan untuk melatih diri dan skill sebagai seorang dokter. Smuanya begitu membuat aku sangat merindukan kampus hijau tercinta ini, dan tentu saja RSU Dr. Soetomo sebagai tempat pendidikan klinik kami. Ssecara khusus aku menyebut Rumah Sakit ini sebagai "University Of Life" karena banyak pengalaman hidup yang berharga di tempat ini. Banyak cerita senang, sedih, haru, air mata dan tawa bahagia bercampur menjadi satu. Aku sangat merindukan semua itu, dan saya ingin kembali ke sana.

Proses demi proses telah kami lalui, mulai dari pendidikan kedokteran, UKDI, Pelantikan dokter hingga akhirnya sampai juga kita pada jenjang Internship. Internship adalah satu program baru dari Depkes dan Dikti yang baru berjalan 2 tahun. Kami sendiri termasuk tahun ke-2 penyelenggaraan program ini. Program ini secara sederhana akan menempatkan dokter-dokter lulusan baru di daerah-daerah kabupaten untuk diperbantukan sekaligus dibimbing untuk kelak bisa menjadi dokter yang mandiri. Ini adalah program yang menyertai kurikulum baru Pendidikan Dokter di Indonesia dan baru beberapa Fakultas Kedokteran saja yang ditunjuk, termasuk FK UNAIR. Mengenai segala kontroversi dan pendapat-pendapat yang beredar, Aku tidak akan bahas di sini, Pusing. Hehehehe.

Setiap daerah mendapat jatah 14-15 Dokter Internship. Lulusan FK jawa Timur ditempatkan di Jawa Timur, kebetulan pada angkatan kami setahuku hanya Unair dan Unej yang sudah melaksanakan Program ini, sementara UNBRAW baru tahun depan 2013. Kami mendapat uang saku dari Dinkes setiap bulan sebesar 1,2 juta yang turun tiap 3 bulan sekali. Mau tidak mau kami harus menerima, meskipun banyak pula ide-ide pikiran yang mencoba membantah ini.

Aku sendiri ditempatkan di Ngawi, hasil dari undian dan lobi-lobi di Dinkes. Bersama 14 teman lainnya, saya mulai menjalani Internship di kabupaten Ngawi ini dengan harapan dapat membawa bekal yang berharga sepulang kami dari Internship. Pembagian dokter terdiri dari 5 orang ditempatkan di Poliklinik RSUD Dr. Soeroto Ngawi, 5 orang di IGD dan sisanya di Puskesmas Ngrambe. Siklus berputar tiap 4 bulan. Aku sendiri mulai menjalani tugas di Poliklinik bersama Miftah, Angga, Dinda dan Dian. Sementara Sony, Hendri, Citra, Dwi dan Khoti bertugas di Puskesmas Ngrambe. Nadhir, Sylva, Dimas, Bimo dan Karina bertugas di IGD dengan pembagian 3 shift jaga tiap harinya.

Yah, suka tidak suka, Internship harus tetap kami jalani dengan ikhlas. Paling tidak kami mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru. Beberapa hal yang mungkin mengganjal dalam hati, aku simpan dan akan aku diskusikan nanti.

Beberapa kejadian yang berhasil terdokumentasikan :

 
           Andri Subiantoro, dr.

Saat pelantikan Dokter, bangga dapat membahagiakan orang tua dan keluarga, tapi akua berjanji tidak akan berhenti sampai di sini. Selama tubuh ini masih mampu, maka sama seperti filosofi pendakianku, maka aku akan tetap menuntut ilmu sampai terbukti tidak mampu lagi.


Bersama sahabat-sahabat terbaik. Aku, Munsy, Nadhir, Miftah dan Angga.


Foto-foto saat di RSUD Dr. Soeroto Ngawi :

Setelah presentasi kasus yang menegangkan. Bersama dua pembimbing kami dr. Amin dan dr. Dilla.






















Kami di Ngawi mempunyai kewajiban untuk melaporkan presentasi kasus beserta portofolio secara rutin setiap minggu. Minimal dua kasus yang menarik harus kami presentasikan di hadapan dokter-dokter sejawat dan para Ko-ass serta para staff dokter di RSUD Dr. Soeroto Ngawi ini. Menurut saya, pertemuan ilmiah ini cukup penting untuk sebagai media berbagi ilmu dan sekaligus update ilmu terbaru, juga sebagai media pembelajaran bagi Teman-teman Koass dari FK UII. Kebetulan di Ngawi ini kami bekerja dengan Ko-Ass dari FK UII. Selain itu, Aku merasa ini juga bisa sebagai masukan untuk RSUD Dr. Soeroto agar dapat lebih meningkatkan lagi mutu pelayanan terhadap masyarakat baik di Poli maupun UGD.

Yang lain :

Dokter laki-laki Internship Ngawi.



Teman-teman satu kontrakan di Perumahan Prandon.

Foto-foto acara HUT PPNI Kab. Ngawi :

Futsal Team Dokter bersama dr.Puji direktur RSUD dan dr. Bambang, Sp.An.

Team Futsal Prandon.

Inilah sedikit catatan tentang kegiatan Dokter Internship di Ngawi. Nanti kita akan bahas apa saja yang menjadi perhatian dan uneg-uneg kami sebagai dokter Internship.



--Terima kasih--



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar